Cara Menjawab Pelanggan yang Minta Diskon di WhatsApp
Jawaban singkatnya
Jawab permintaannya secara langsung, jangan diabaikan. Kalau Anda punya penawaran tetap, sebutkan penawaran itu sekaligus syarat yang membuatnya berlaku. Kalau tidak ada, katakan tidak satu kali saja dengan sopan lalu jelaskan alasan harganya tetap sama. Tawar-menawar per kasus sebaiknya selalu ditangani orang.
Tim WhatsAssist ·
“Bisa kurang, Kak?” adalah pesan yang paling sering dijawab dengan buruk oleh usaha kecil. Jawabannya biasanya berupa diam, diskon dadakan yang tidak pernah direncanakan, atau satu paragraf pembelaan yang tidak diminta pelanggan. Jawaban yang baik itu singkat dan sudah diputuskan sebelumnya: ya, dengan syarat ini, atau tidak, dan ini alasan harganya tetap.
Memutuskannya lebih dulu adalah inti persoalannya. Diskon yang disepakati mendadak, di hadapan orang yang pandai menawar, adalah angka di usaha Anda yang paling mungkin salah.
Apa yang sebaiknya dikatakan saat pelanggan minta diskon?
Jawab permintaannya. Mengabaikannya tidak membuat pertanyaannya hilang, dan mengalihkan topik terbaca sebagai menghindar oleh orang yang sedang menimbang apakah bisa mempercayai Anda.
Kalau Anda punya penawaran tetap, sebutkan berikut syarat yang membuatnya berlaku. Diskon yang bersyarat adalah penjualan yang bisa Anda ulang. Diskon tanpa syarat adalah harga baru yang lebih rendah yang diam-diam Anda setujui.
Contoh ilustrasi. Bukan pelanggan sungguhan.
“Harganya [nominal]. Kalau ambil dua atau lebih, jadi [nominal] per potong.”
Kalau Anda tidak punya penawaran apa pun, katakan sekali dan sampaikan alasannya, bukan permintaan maaf. Alasan adalah informasi yang bisa dipakai pelanggan untuk memutuskan. Permintaan maaf justru mengundang percobaan kedua.
“[Nominal] itu harga terbaik saya untuk barang ini. Sudah termasuk [apa yang termasuk], dan saya samakan untuk semua pembeli.”
Lalu berhenti. Kesalahan paling umum setelah penolakan yang sopan adalah terus berbicara, karena itu menandakan angkanya masih bisa bergerak.
Kapan sebaiknya menolak?
Tolak kalau diskonnya lebih mahal daripada nilai pelanggan itu, kalau Anda tidak bisa memberikannya lagi ke orang berikutnya yang meminta, atau kalau Anda memang belum memutuskan. “Saya belum memutuskan” adalah alasan yang sah untuk menahan harga, dan lebih jujur daripada mengarang aturan di tempat.
Menolak jadi lebih mudah kalau harganya terlihat bekerja. Kalau nominal itu sudah mencakup ongkos kirim, garansi, pemasangan, atau bahan, sampaikan di pesan yang sama. Pelanggan yang membandingkan angka Anda dengan harga polos dari tempat lain sering kali bukan sedang minta diskon: dia sedang bertanya kenapa punya Anda lebih mahal. Menjawab pertanyaan yang sebenarnya biasanya mengakhiri tawar-menawar.
Untuk pelanggan yang benar-benar berulang, yang berguna biasanya bukan diskon melainkan alasan untuk kembali: jadwal kirim yang lebih baik, bonus kecil, atau akses lebih awal ke barang baru. Itu lebih murah dan tidak mengatur ulang harga Anda.
Jawaban diskon mana yang aman diotomatiskan?
Batasnya bukan soal secanggih apa aplikasinya, melainkan soal apakah Anda sudah mengambil keputusannya.
| Situasi | Aman dijawab otomatis | Alasannya |
|---|---|---|
| Penawaran yang sudah diumumkan dengan syarat jelas, misalnya harga grosir | Ya | Nominal dan syaratnya sudah ada. Mengulanginya dengan benar itulah tugasnya |
| “Ada diskon?” ketika jawabannya memang tidak ada | Ya | Menahan harga yang Anda tetapkan itu fakta, bukan penilaian |
| Pelanggan lama yang minta “harga biasanya” | Tidak | Apakah harga lama masih berlaku adalah keputusan soal hubungan itu |
| Menyamai penawaran pesaing yang belum Anda lihat | Tidak | Bergantung pada angka yang belum diperiksa siapa pun |
| Tawar-menawar pesanan besar atau custom | Tidak | Nominalnya unik dan salah sedikit mahal akibatnya |
| Penawaran yang sudah lewat, atau yang masih Anda pikirkan | Tidak | Belum ada jawaban benar yang bisa diulang |
Baris-baris atas adalah keputusan Anda yang disampaikan dengan tepat. Baris bawah adalah keputusan baru. Mengotomatiskan kelompok pertama benar-benar menghemat waktu. Mengotomatiskan kelompok kedua berarti kegigihan orang asing yang menentukan harga Anda.
Bagaimana kalau balasan otomatis salah soal diskon?
Ini layak dipikirkan serius sebelum mengaktifkan apa pun, karena angka yang salah dan dikirim atas nama Anda adalah janji yang wajar diharapkan pelanggan untuk ditepati.
WhatsAssist tidak menyebut harga atau diskon yang tidak pernah Anda berikan kepadanya. Kalau informasinya tidak ada di data bisnis Anda, balasannya tidak mengarang angka untuk menambal kekosongan itu. Hal yang tidak seharusnya dia jawab tidak dia jawab: balasan itu menunggu Anda di aplikasi, lengkap dengan alasan berhentinya. Selengkapnya ada di cara membalas keluhan pelanggan.
Dua batasan perlu diketahui lebih dulu. Dia hanya membalas orang yang menulis duluan, jadi tidak akan pernah mengejar pelanggan yang menghilang dengan penawaran lebih baik. Dan dia tidak menaruh tautan di dalam balasan, jadi tidak bisa mengirim halaman kupon atau tautan pembayaran atas nama Anda. Kalau diskon Anda bergantung pada sebuah tautan, pesan itu butuh Anda.
Dia juga membalas sendiri begitu pengaturan selesai, di semua paket. Satu sakelar mematikannya, dan setelah itu setiap balasan menunggu di aplikasi untuk Anda baca, sunting, dan kirim. Untuk percakapan soal diskon, itu layak diketahui sejak hari pertama. Isi tiap paket ada di halaman harga, dan apa yang bisa dan tidak bisa dilakukan produk ini ada di halaman fitur.
Bagaimana supaya percakapan ini tidak berulang terus?
Tulis aturannya sekali, di data bisnis yang menjadi sumber balasan, dengan kalimat yang memang Anda pakai. “Harga grosir mulai sepuluh pcs” adalah aturan yang bisa disampaikan dengan benar seratus kali. “Kadang kami fleksibel” bukan aturan, dan akan menghasilkan seratus jawaban berbeda.
Pengecualiannya tetap di tangan Anda. Tujuan menuliskan aturan bukan untuk mengotomatiskan setiap tawar-menawar. Tujuannya agar sembilan puluh persen yang rutin menjawab dirinya sendiri, sehingga sepuluh persen yang benar-benar butuh penilaian Anda sampai ke Anda, bukan tenggelam di tumpukan yang sama dengan “kirim ke sini bisa?”. Kalau isi kotak masuk Anda kebanyakan lapisan rutin itu, uraian lengkapnya ada di cara menjawab pelanggan yang tanya harga.
Bagaimana kalau diskon ditanyakan sebelum Anda menyebut harga?
Ini kejadian paling sering dan paling gampang keliru ditangani. “Berapa, bisa kurang nggak?” sering datang dalam satu pesan, dan orang yang menjawab keduanya sekaligus sudah menawar melawan dirinya sendiri sebelum pelanggan tahu yang dibicarakan itu apa.
Sebutkan harganya dulu, utuh dan tanpa tambahan. Sebelum angkanya ada, diskon tidak punya titik acuan. Orang yang langsung menurunkan harga bukan sedang memberi diskon; dia sedang mengakui bahwa harga pertamanya memang tidak serius. Bentuk jawaban harga yang rapi ada di cara menjawab pelanggan yang tanya harga.
Kalau setelah itu diskon masih ditanyakan, itu sudah pertanyaan tersendiri dengan jawabannya sendiri, dan Anda menjawabnya dengan tenang. Dua pesan alih alih satu tidak terkesan lambat; justru terkesan seperti orang yang hafal harga dagangannya.
Ada satu keadaan yang membuat menunggu jadi jauh lebih berharga: ketika Anda belum tahu jumlahnya. Harga grosir untuk dua potong bukan harga grosir. Tanyakan jumlahnya sebelum menyinggung harga bertingkat, kalau tidak Anda sudah memberi harga terbaik untuk pesanan terkecil.
Satu hal lagi: pertanyaan diskon kadang cara halus untuk bilang bahwa anggaran memang tidak cukup. Dalam hal itu menawarkan pilihan yang lebih murah lebih baik bagi kedua pihak daripada menjual barang yang sama dengan harga rugi.
Pertanyaan yang sering diajukan
Perlukah memberi diskon hanya demi menutup penjualan?
Kadang perlu, tetapi tentukan batasnya sebelum percakapan, bukan di tengahnya. Diskon yang bisa Anda rumuskan sebagai aturan itu bisa diulang. Diskon yang Anda berikan karena seseorang terus mendesak mengajarkan pelanggan itu, dan siapa pun yang dia ceritakan, bahwa harga Anda goyah kalau ditekan.
Apa jawabannya kalau pelanggan bilang tempat lain lebih murah?
Tanyakan dulu apa saja yang termasuk dalam penawaran sebelah sebelum bicara harga. Sering kali bedanya ada di ongkos kirim, bahan, garansi, atau jumlah, bukan di margin. Kalau memang benar lebih murah untuk barang yang sama, sampaikan harga Anda dan apa yang didapat, lalu biarkan pelanggan memilih.
Bisakah balasan otomatis menawar untuk saya?
Dia bisa menyampaikan diskon yang sudah Anda putuskan beserta syaratnya. Dia sebaiknya tidak memutuskan seberapa jauh harga diturunkan untuk satu pelanggan tertentu, dan dia tidak akan mengarang angka yang tidak Anda berikan. Tawar-menawarnya sendiri tetap ditangani orang.
Apakah WhatsAssist mengirim promo ke daftar pelanggan saya?
Tidak. Dia hanya membalas orang yang mengirim pesan lebih dulu. Tidak ada daftar, tidak ada kampanye, dan tidak ada pesan keluar dalam bentuk apa pun, jadi dia tidak bisa mengirim penawaran ke orang yang belum pernah menghubungi Anda.
Apakah bisa dipakai di iPhone?
Tidak. WhatsAssist bergantung pada akses notifikasi Android dan membutuhkan Android 10 atau lebih baru. Tidak ada versi iPhone dan belum ada tanggal rilis yang diumumkan.